JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Segenap masyarakat Indonesia harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsanya. Jika bukan mereka, maka siapa lagi yang akan menjaganya. Ajakan menjaga persatuan dan kesatuan ini dikemas menarik oleh pemilik akun instagram @danyagung.p dan teman-temannya dalam bentuk video yang diposting di Instagram dengan menggunakan tagar #BhinnekaTunggalIkaChallenge.

“Sumpah pemuda, kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” begitu kata sekelompok generasi muda itu dalam videonya.

Video itu setelah diunggah melalui akun resmi instagram Kwarnas Gerakan Pramuka, @gerakanpramuka, ditonton 14.221 warganet. Videonya dapat dilihat di sini https://www.instagram.com/p/BUdICaHgpmQ/.

Kemudian mereka mengenalkan asal daerahnya masing-masing. Ketika memperkenalkan daerahnya, ada yang menggunakan bahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

“Saya dari Lampung, saya dari Pontianak, saya dari Jakarta, saya dari Banjarmasin, saya dari Bali, saya dari blitar, saya dari Bandung, saya dari Kalimantan Timur, saya dari Medan, saya dari Bogor, saya dari Bengkulu, saya dari Tasikmalaya Jawa Barat, saya dari Subang, saya dari Palembang, saya dari Lampung, saya dari Jambi, kami dari Banjarbaru, saya dari Kalimantan Selatan, saya dari Madura,” ucapnya.

“Kami mengajak kalian semua untuk ikut menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia,” tambahnya.

Video itu dibuat untuk memenuhi tantangan Bhinneka Tunggal Ika Challenge. Tantangan ini pertama kali di Indonesia, terbuka untuk seluruh WNI di dalam dan luar negeri.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menjelaskan bahwa Kwarnas Gerakan Pramuka ingin internet dipenuhi dengan pesan-pesan positif tentang Indonesia. Lewat tantangan ini, menurut dia, harapannya target itu mampu terpenuhi.

“Setiap tahun kita meriahkan hari lahir Pancasila 1 Juni. Tahun 2014 kita ada refleksi, lalu tahun 2015 Kwarnas Gerakan Pramuka mengadakan monolog Cut Nyak Dien dengan Ine Febriyanti, Mantan Wapres Pak Tri Sutrisno di Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta, kemudian 2016 kita selenggarakan lomba foto #PramukaPancasila, dan banyak lagi kegiatan lainnya,” jelas pria yang sudah mendaki puluhan gunung ini, di Jakarta, Selasa (30/05/2017). (MSA/Tim SIber Pramuka)

Leave a Reply